Jumat, 24 Oktober 2008

Malam Minggu di Paradise van JAVA a.k.a Karimun Jawa

Day One

Trip saya kali ini adalah mengunjungi sebuah pulau yang berada di wilayah Jepara, pulau Karimun Jawa atau sebagian orang menyebutnya Paradise Van Java. Pulau ini dikelilingi oleh banyak pulau – pulau di sekelilingnya, seperti Pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Alang – alang, Cemara... dst. Untuk dapat mengunjungi Pulau ini saya dan teman – teman saya (Ridwan Cs) harus menempuh perjalanan yang cukup lama, melelahkan dan membosankan. Karena trip kami kali ini adalah semi backpacker, jadi kami memilih untuk menggunakan Bis malam menuju Semarang selama kurang lebih 10 jam dan dilanjutkan penyebrangan antar pulau dari Pelabuhan Tanjung Mas menuju Pulau Karimun Jawa yang memakan waktu kurang lebih 4 jam lamanya. Karena perjalanan yang cukup memabukkan, melelahkan dan membosankan ini, sangat disarankan untuk mengkonsumsi obat Antimo, salah satu teman saya dengan tenang menelan 3 butir antimo untuk sepanjang perjalanan baik menuju Karimun maupun saat meninggalkan Karimun.

Kami tidak menduga bahwa dalam trip kali ini, kami akan bertemu komunitas lain yang datang dalam jumlah besar dan memiliki jadwal ekspedisi singkat yang sama ke Pulau Karimun Jawa. Tepat jam 1 siang kami tiba di pelabuhan Karimun Jawa, tadinya saya pikir pelabuhan ini akan berdiri seadanya dan sangat alami sehingga dapat menjadi gerbang yang sesuai untuk memulai petualangan di Pulau Karimun Jawa. Ternyata pelabuhan ini sudah menjadi pelabuhan yang tertata dengan rapih dan bersih, nampaknya pemerintah dan masyarakat Karimun Jawa memang telah siap menyambut perkembangan pariwisata di pulau Karimun Jawa dan menjadikannya sebagai mata pencaharian disamping menelayan dan berbudidaya rumput laut.

Sampainya di Karimun Jawa kami melanjutkan perjalanan ke sebuah Homestay yang tidak jauh dari pelabuhan. Saya tidak menyangka bahwa di sepanjang jalan banyak rumah – rumah penduduk yang merupakan homestay untuk para penikmat Karimun Jawa. Rupanya ketertarikan masyarakat luar terhadap pulau Karimun Jawa benar – benar di manfaatkan oleh para penduduk lokal, tarif dan fasilitas yang diberikan pun tak kalah nyaman dan dapat diterima oleh kantong – kantong wisatawan muda seperti kami. Homestay Hamfah, tempat kami tinggal memberikan kami tarif sekitar Rp. 200an harga yang sangat sesuai dengan fasilitas yang diberikan, all u can eat, Kasur busa, Fan, Kamar Mandi yang bersih, penghuni yang ramah dan suasana rumah yang fleksible.

Setelah menikmati hidangan makan siang dan menyimpan barang – barang, kami bersiap untuk melanjutkan kegiatan kami selanjutnya yaitu beraktivitas di lautan dan menikmati keindahan pulau – pulau yang berada di sekitaran Karimun Jawa. Dengan kapal motor Karya Jaya, kami diantar untuk bersnorkling ria di pulau alang – alang. Sayangnya air laut ditempat itu sedikit keruh sehingga karang – karang dan ikan – ikan karang yang indah – indah itu menjadi sulit untuk dilihat dan arus air lautpun sedikit kencang. Kami melanjutkan perjalanan kami ke sebuah tempat penangkaran ikan Hiu yang jinak. Menarik sekali, kami sangat antusias untuk bisa mendekati dan berfoto bersama Hiu, bahkan salah satu teman saya ada yang tak kenal lelah untuk bisa berfoto mengejar Hiu berkali – kali. Di samping penangkaran Hiu, terdapat pula ikan Barakuda yang katanya lebih hebat dan menyeramkan daripada ikan Hiu dan memang setelah saya melihat wujudnya saya pun bergidik sendiri melihat mulutnya yang panjang dan bergerigi. Mendekati matahari terbenam kami mengakhiri perjalanan kami, ternyata menikmati sunset diatas kapal motor itu lebih menarik daripada menikmatinya dari pantai dan kami pun sibuk berfoto ria.

Malamnya, usai makan malam dan becengkrama bersama teman – teman kami melanjutkan malam minggu kami dengan berjalan kearah pelabuhan untuk menikmati Fireworks yang saya bawa dari Jakarta. Tapi sayangnya, Firewoks tidak beraksi seperti yang saya bayangkan letupan – letupan apinya tidak sanggup berpencar dilangit. Langit malam itu sangatlah indah, baru kali ini saya melihat bintang yang bertabur sangat banyak dilangit. Dan lebih hebatnya lagi ketika kami sedang asik-asiknya menikmati langit yang indah itu, kami melihat bintang jatuh dan itu terjadi dua kali, lets make a wish then. Setelah puas menikmati langit yang bertaburan bintang diiringi deretan musik pop-genre, kami kembali ke Homestay. Sebagian memutuskan untuk beristirahan dan sebagian lagi bercengkrama sambil memainkan kartu – poker, sedangkan saya sibuk menulis perjalanan kami.


Day Two
Di hari kedua dan sekaligus hari terakhir ini kami memulai perjalanan kami sejak pagi, menikmati aktivitas pagi penduduk lokal dan mampir kesebuah pasar tradisional di pinggiran jalan untuk membeli sarapan pagi seperti Ketan Lupis dan bubur sumsum. Sungguh merupakan pengalaman yang pasti akan saya rindukan ketika suatu saat nanti menikmati Ketan Lupis di jakarta, kali ini saya menikmati ketan lupis bersama seorang teman (Read: Endang) diatas sebuah kapal motor yang sedang melintas dilautan menuju Pulau Menjangan Kecil dengan kaki yang menjuntai kearah laut, angin pagi yang semilir dan pulau – pulau yang terlihat dari kejauhan.

Akhirnya kami sampai di Pulau Menjangan Kecil, luar biasa, kami dapat melihat karang – karang itu dari atas kapal. Satu persatu dari kami terjun ke laut dengan perangkat snorkling – diving dan mulai menikmati biota – biota laut. Kami cukup lama bersnorkling – diving, sampai kami lupa bahwa ada tempat yang harus kami kunjungi lagi yang sama menariknya dengan Pulau Menjangan Kecil. Ketika kami akan melanjutkan perjalanan kami, kami bertemu dengan komunitas jejak kaki yang ternyata juga ingin menikmati pesona bawah laut Pulau menjangan kecil. Di pulau yang kedua, kalau tidak salah namanya Pulau Menjangan Besar, kami kembali bersnorkling-diving ria menikmati indahnya pesona bawah laut dan bercengkrama di atas kapal.

Sekitar jam 11 siang kami mengakhiri snorkling – diving kami dan kembali ke Homestay untuk makan siang, mandi dan bersiap – siap pulang. Sebenarnya saya merasa belum puas berada di Pulau ini, sepertinya masih banyak tempat – tempat eksotis yang wajib dikunjungi, well semoga saya punya kesempatan lagi untuk bisa berpetualang di Pulau Karimun Jawa. Kami mengakhiri perjalanan kami dan meninggalkan Pulau ini dengan kapal Kartini, sekitar jam 2 siang menuju Pelabuhan Tanjung Mas. Penyebrangan kali ini mengalami keterlambatan dari waktu yang telah di jadwalkan, mungkin karena air laut sudah meninggi, kami tiba di Tanjung Mas sekitar jam 6.30 malam dalam keadaan hujan. Dan sekitar jam 7.30 malam kami di jemput oleh Bis malam Shantika untuk pulang ke Jakarta. End of Trip.

I do realy thanks to god, perjalanan kami berjalan dengan lancar dan menyenangkan walaupun melelahkan dan kurang sesuai dengan bayangan karena tidak ada suasana pantai yang bisa dinikmati hehe.. Selain itu perjalanan ini berhasil membuat saya merasa lebih baik, my mission is accomplished. Thanks juga buat Bang Ridwan yang sudah membuat trip ini terasa bukan trip rental yang menggalang banyak peserta hehe… ini kelebihannya, surprised and so friendly! Thanks to teman – teman satu trip yang marvelous dan gila ngetrip banget, glad to know ya’ dan ditunggu ngumpul barengnya di Burning Day!

C ya in the next trip…

Tidak ada komentar: