Haii… berikut cerita perjalanan gwe ke Baduy weekend kemarin dengan komunitas JALAN MELULU J
Perjalanan kemaren keren dan penuh perjuangan... emang mental harus siap beeng...
Kami mulai perjalanan kami dari jam 8:20 pagi dari stasiun Tanah abang menuju rangkas bitung dengan menggunakan kereta ekonomi Rp. 2000. waktu tempuhnya sekitar 3-4 jam, karena keretanya super duper ekonomi sow kita harus berdesak-desakan ditambah harus rela sampe pusing ngeliat orang jualan di dalam kereta yang nonstop jualan dari pulpen, buku, lontong, minuman dingin, minuman yang diseduh sampai mainan anak .. bolak – balik.. fyuhhh.. panas dan limited oksigen heheh...
Setelah sampai di stasiun kereta api Rangkas bitung, kami melanjutkan kembali perjalan kami ke terminal cibulereng (kalo gak salah). Perjalanannya sekitar 1,5-2 jam soalnya kami transit dulu ke sebuah toko yang menjual soft drink dan kornet serta indomie. Perbekalan itu untuk makanan kami di malam hari bersama para penduduk Suku Baduy. Setelah sampai di terminal cibulereng kami transit dulu di sebuah warung yang lupa gwe poto, kami transit untuk makan siang, sholat, dan repacking (alias nitip barang2x diwarung ... untuk meringankan beban ceritanya.. karena perjalanannya bakalan wow banget...
Sekitar jam 3 sore kami cabut dari warung menuju Badui Dalam bersama orang2x baduy dalam yang juga menjadi POTER dan Guide kami. Tapi sebelumnya kami lapor dulu di baduy Luar.. minta ijin istilahnya.

Dalam perjalanan rombongan sempat terpecah2x.. gara2xnya medan yang sulit dan cuaca yang GERAH ( keringet gwe sampe ngucur dan netes2x ala film2x silat ) karena kondisi itu kita gak bisa tunggu2xan terus, kita harus sampai badui dalam sebelum gelap.. takut jatuh ke jurang. Oya panjang perjalanan kami sekitar 16 kilo dan kami harus melalui kurang lebih 7 bukit yang luar biasa kayak amazon dehhh..( untuk foto naik2x bukitnya gwe gak keburu ngambil, karena sibuk keringetan dan ambil napas serta mengumpulkan tenaga)
Akhirnya, kami sampai juga di Baduy dalam.. kayaknya sih itu sudah lepas magrib yah sekitar jam 6:30 sore Suasana sudah menggelap waktu kami sampai. Kami bertemu dengan rombongan dari komunitas lain ( Iwan Fals Club ) jadi lumayan ramai dan bisa ngeceng juga hahahahaa….
Sampai disana kelompok kami dipisahkan menjadi dua kelompok, pria dan wanita. Yang wanita tinggal di rumah Suku Badui yang bernama Pak Narja, beliau ini sudah tua anak2nya sudah menikah salah satunya tinggal bersama Pak Narja. Jadi kami 11 orang wanita tinggal bersama pak narja, ibu mertua pak narja, istri pak narja, anak pak narja, menantu pak narja dan cucunya pak narja yang baru berusia 1 bulan ( bayinya nangis terus sepertinya dia sedang sakit karena badannya panas).
Dirumah pak narja, kami makan malam dengan perbekalan yang sudah kami beli. Kami makan malam ramai2x bersama orang2x baduy yang ikut nongkrong di rumah pak Narja. Setelah makan malam kami ngobrol2x sebentar dan mulailah satu persatu tidur karena untuk mengumpulkan energi untuk perjalanan pulang kami yang gosipnya medannya cukup sulit...hihihihiiii...
Sekitar jam 3an, udara disana dingin sekali, jadi beberapa orang dari kami bangun dan langsung nongrok di dapur pak narja untuk merapat dan menghangatkan badan di depan pembakaran kayu. Karena ngantuk, kami putuskan untuk tidur dan merapat disana hehehehe... angettt...
Minggu, 5:30 pagi. Kebanyakan dari kami sudah mulai bangun. Pak Narja dan keluarganya mulai memasak sarapan pagi untuk kami. Jangan tanya soal rasanya, pokoknya kunyah dan telan saja. Setelah itu, sebagian dari kami packing dan kekali untuk menuntaskan kebiasaan dipagi hari.. Hahahaa... buat gwe susah banget menuntaskan hal yang satu itu.. jadinya gwe Cuma kecipak-kecipuk aja dikali.. hehehe...
Sekitar jam 7:30 kami pamit sama orang2x badui dalam karena kami harus pulang mengejar kereta Rangkas bitung – Jakarta jam 4 sore. Sedangkan perjalanan kami sampai di warung akan memakan waktu kurang lebih 4 jam. Perjalanan pulang kami tidak mengambil jalur yang sama dengan waktu kami datang. Kami menyebutnya ini jalur sungai kalau sewaktu berangkatnya kami menyebutnya jalur Danau. Perjalanan pulang kami lebih banyak turunannya dibanding tanjakannya tapi sama2x menegangkan karena jurang2x yang dalam sudah menanti hehehe... Kami juga menemui tanjakan yang panjangnya 1 kilometer.. gwe sih menyebutnya tanjakan “busyet dah”.
Perjalanan kemaren keren dan penuh perjuangan... emang mental harus siap beeng...Kami mulai perjalanan kami dari jam 8:20 pagi dari stasiun Tanah abang menuju rangkas bitung dengan menggunakan kereta ekonomi Rp. 2000. waktu tempuhnya sekitar 3-4 jam, karena keretanya super duper ekonomi sow kita harus berdesak-desakan ditambah harus rela sampe pusing ngeliat orang jualan di dalam kereta yang nonstop jualan dari pulpen, buku, lontong, minuman dingin, minuman yang diseduh sampai mainan anak .. bolak – balik.. fyuhhh.. panas dan limited oksigen heheh...
Setelah sampai di stasiun kereta api Rangkas bitung, kami melanjutkan kembali perjalan kami ke terminal cibulereng (kalo gak salah). Perjalanannya sekitar 1,5-2 jam soalnya kami transit dulu ke sebuah toko yang menjual soft drink dan kornet serta indomie. Perbekalan itu untuk makanan kami di malam hari bersama para penduduk Suku Baduy. Setelah sampai di terminal cibulereng kami transit dulu di sebuah warung yang lupa gwe poto, kami transit untuk makan siang, sholat, dan repacking (alias nitip barang2x diwarung ... untuk meringankan beban ceritanya.. karena perjalanannya bakalan wow banget...
Sekitar jam 3 sore kami cabut dari warung menuju Badui Dalam bersama orang2x baduy dalam yang juga menjadi POTER dan Guide kami. Tapi sebelumnya kami lapor dulu di baduy Luar.. minta ijin istilahnya.

Dalam perjalanan rombongan sempat terpecah2x.. gara2xnya medan yang sulit dan cuaca yang GERAH ( keringet gwe sampe ngucur dan netes2x ala film2x silat ) karena kondisi itu kita gak bisa tunggu2xan terus, kita harus sampai badui dalam sebelum gelap.. takut jatuh ke jurang. Oya panjang perjalanan kami sekitar 16 kilo dan kami harus melalui kurang lebih 7 bukit yang luar biasa kayak amazon dehhh..( untuk foto naik2x bukitnya gwe gak keburu ngambil, karena sibuk keringetan dan ambil napas serta mengumpulkan tenaga)
Akhirnya, kami sampai juga di Baduy dalam.. kayaknya sih itu sudah lepas magrib yah sekitar jam 6:30 sore Suasana sudah menggelap waktu kami sampai. Kami bertemu dengan rombongan dari komunitas lain ( Iwan Fals Club ) jadi lumayan ramai dan bisa ngeceng juga hahahahaa….
Sampai disana kelompok kami dipisahkan menjadi dua kelompok, pria dan wanita. Yang wanita tinggal di rumah Suku Badui yang bernama Pak Narja, beliau ini sudah tua anak2nya sudah menikah salah satunya tinggal bersama Pak Narja. Jadi kami 11 orang wanita tinggal bersama pak narja, ibu mertua pak narja, istri pak narja, anak pak narja, menantu pak narja dan cucunya pak narja yang baru berusia 1 bulan ( bayinya nangis terus sepertinya dia sedang sakit karena badannya panas).
Dirumah pak narja, kami makan malam dengan perbekalan yang sudah kami beli. Kami makan malam ramai2x bersama orang2x baduy yang ikut nongkrong di rumah pak Narja. Setelah makan malam kami ngobrol2x sebentar dan mulailah satu persatu tidur karena untuk mengumpulkan energi untuk perjalanan pulang kami yang gosipnya medannya cukup sulit...hihihihiiii...
Sekitar jam 3an, udara disana dingin sekali, jadi beberapa orang dari kami bangun dan langsung nongrok di dapur pak narja untuk merapat dan menghangatkan badan di depan pembakaran kayu. Karena ngantuk, kami putuskan untuk tidur dan merapat disana hehehehe... angettt...
Minggu, 5:30 pagi. Kebanyakan dari kami sudah mulai bangun. Pak Narja dan keluarganya mulai memasak sarapan pagi untuk kami. Jangan tanya soal rasanya, pokoknya kunyah dan telan saja. Setelah itu, sebagian dari kami packing dan kekali untuk menuntaskan kebiasaan dipagi hari.. Hahahaa... buat gwe susah banget menuntaskan hal yang satu itu.. jadinya gwe Cuma kecipak-kecipuk aja dikali.. hehehe...
Sekitar jam 7:30 kami pamit sama orang2x badui dalam karena kami harus pulang mengejar kereta Rangkas bitung – Jakarta jam 4 sore. Sedangkan perjalanan kami sampai di warung akan memakan waktu kurang lebih 4 jam. Perjalanan pulang kami tidak mengambil jalur yang sama dengan waktu kami datang. Kami menyebutnya ini jalur sungai kalau sewaktu berangkatnya kami menyebutnya jalur Danau. Perjalanan pulang kami lebih banyak turunannya dibanding tanjakannya tapi sama2x menegangkan karena jurang2x yang dalam sudah menanti hehehe... Kami juga menemui tanjakan yang panjangnya 1 kilometer.. gwe sih menyebutnya tanjakan “busyet dah”.

Diperjalanan kami melewati sungai berbatu yang memungkinkan kami untuk main air dan mandi2x. Kami sempat berhenti lama disana biasa untuk foto secion karena wilayah tersebut sudah termasuk wilayah baduy luar. Setelah sekian lama perjalanan yang hanya bisa ngelihat hutan dan bukit2x, akhirnya kami sampai di desa badui luar, kami beristirahat sejenak sambil menikmati suasana di baduy luar. Gwe bahkan sempet tidur2xan di rumah baduy luar. Bedanya baduy luar dengan baduy dalam, di baduy luar mereka masih bisa menerima bentuk2x perkembangan jaman seperiti sabun, kosmetik bahkan elektronik, itu terbukti karena gwe sempet mendapai anak muda baduy luar sedang mengotak-atik Hpnya.

Sewaktu di baduy luar kami dengan pak Narja sempat mengunjungi rumah anaknya yang sejak menikah memutuskan untuk pindah budaya menjadi orang baduy luar. Kami juga sempat melihat cucunya yang lucu dan putih banget. Dan akhirnya dengan segala perjuangan yang ada akhirnya kami sampai juga di titik awal kami berangkat, itu sekitar jam 11:30. We made it!!!
Trus langsung deh ketoko suvenir beli oleh2x buat temen2x.. dan makan di warung serta mandi2x karena jam 1 siang kami harus segera meninggalkan terminal cibouleger untuk mengejar kereta. Kami sampai di stasiun kereta Rangkas Bitung jam 3 sore, sebenarnya kami bisa saja naik kereta yang 3:30 tapi kami putuskan untuk menggunakan kereta patas ac jam 4 dengan asumsi bisa leha2x dan gak perlu dempet2xan dan Cuma beda Rp.2000 hehehe..
Tapiiiii... kami tertipu, ternyata keretanya lebih jelek dari ekonomi biasa dan delay 1,5 jam lebih. Kami sempat berantem juga sama petugas kereta apinya, karena kami merasa tertipu. Mereka bilang Cuma nunggu sebentar kok .. tapi malah 1,5 jam lebih, U can see everything in Indonesia then .. hahahaha..
Akhirnya kami putuskan untuk minta uang kami kembali dan langsung cabut naik angkot ke terminal bis.
Sekitar Jam 6 kami berangkat menuju Jakarta dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Jalanan banten itu rusak parah, no wonder kah waktu tempuhnya lama.
Kami diturunkan di daerah semanggi untuk selanjutnya pulang ke rumah masing2x. Dan sekitar jam 10:00 malam akhirnya gwe nyampe dirumah dengan selamat.
SALAM JALAN MELULU! SAMPAI JUMPA DI TRIP BERIKUTNYA!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar