Senin, 27 Oktober 2008

Island in the Sun

It’s hard to believe, akhirnya bisa menemukan sebuah pulau yang terindah pada sebuah perjalanan di akhir oktober. Kristal – kristal putih dan halus itu membentuk hamparan pasir putih panjang yang berkilau ketika tertepa sinar matahari. Air laut yang bersih dan jernih berwarna hijau toska itu pun berkejaran membasahi hamparan pasir putih dan membiarkan beberapa sisinya basah mencoklat.

Aku menikmati pulau ini dan dia yang tak jauh dari pandanganku. Sepertinya perjalanan panjang ini tidak sia – sia, aku menemukannya di sebuah Island in the Sun dalam diam. Sesekali aku mencoba berkompromi dengan diriku sendiri untuk mencoba berdiri disampingnya, namun tanpa alasan yang jelas jiwa pengecutku muncul dan berhasil menarik tanganku untuk kembali merebahkan tubuhku diatas pasir. Aku kembali melihatnya dari jauh dan merekamnya dalam ingatanku.

Island in the Sun, dia begitu menarik hingga aku lebih suka memalingkan wajahku dan berpura – pura untuk tidak menyadari kehadirannya. Sebuah cerita yang lalu sepertinya telah meninggalkan ketidakyakinan yang amat besar bagiku dan aku lelah menjadi bukan aku. Entah untuk seperti apa, tapi aku ingin sekali menatap wajahnya dengan lebih dekat di Island in the Sun.

Tidak ada komentar: